Langsung ke konten utama

Postingan

Makan Siang Bersama a la Jepang

Haihaiii... Welcome back! 😋😍
Kemarenan saya janji mau cerita tentang anak-anak Jepang dan budaya membaca yes, sampe sekarang belum terpenuhi karena saya belum dapat ilham untuk meneruskan outline tulisan yang ada, hahhah.
Baiklah, sekarang izinkan saya cerita hal yang lain dulu, masih menyoal anak-anak Jepang, based on my reading last night, and for more info yah silakan googling sendiri. 😁😁


Kekalahan Jepang dari Amerika pada perang dunia II, membuat Negeri Matahari Terbit ini menyadari bahwa diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyamai kemajuan bangsa Barat.
Ternyata, berakhirnya perang menyadarkan pemerintah Jepang untuk memprioritaskan dua sektor utama dalam pembangunan, yaitu sektor: PENDIDIKAN DAN KESEHATAN. Lalu bagaimana upaya pemerintah agar fokus pada kedua sektor ini berjalan beriringan? Salah satunya ialah menekankan pentingnya budaya makan sehat sebagai bagian dari peningkatan derajat kesehatan. Jangan salah, Jepang berinvestasi besar hanya untuk membangun mindse…
Postingan terbaru

Menjadi Anak Berbakti di Era Media Sosial

Ketika para orang tua, bapak-ibu, om-tante, dan segenap sodara-sodara sepuh sudah mulai bermain socmed, sesungguhnya para kawula muda mengalami kegalauan. Bukannya apa-apa, eksistensi kami-kami ini mulai sedikit terancam karena jika mau "nyetatus", sudah harus memperhitungkan kira-kira bagaimana tanggapan mereka melihat postingan kami. Mau ga mau harus waspada kalo mau bikin status aneh-aneh, yeah walopun kita menyadari sepenuhnya bahwa itulah salah satu modal untuk ngeksis.
Umpamanya, saya yang jomblo ini suatu hari memposting foto berdua dengan teman cowok, tiba-tiba mereka komen, "Siapa ini? Pacar baru ya? Kapan dikenalkan?" 
Kan keder juga kalo dikasih pertanyaan model begituan. Gue jadi gak enak sama temen gueeee tauukk. 😜😜 Dikiranya apaan nanti. Padahal gue ama doi cuma temenan. Heish! *kita kapan jadian sih, baaangg? 😒😌
Itulah salah satu alasan kenapa saya gak mau pasang foto berdua sama teman cowok. Alasan lainnya, gak ada juga teman cowokku yang sudi …

KETIKA USTADZ (MEMILIH) POLIGAMI

Media pemberitaan beberapa hari belakangan (kembali) diramaikan dengan perceraian Dai Seleb Indonesia: Ustadz Al Habsyi. Kabarnya, gugatan cerai dilayangkan karena dipicu oleh kehadiran istri kedua. Hmm, begini risiko piblic figure, masalah rumah tangga harus siap dijadikan konsumsi masyarakat.
Pernah waktu SMA, saya dan teman-teman sekelas mendapat tugas menulis biografi tokoh idola. Bagi saya sendiri, menceritakan tokoh idola adalah hal yang menyenangkan. Segera setelah diamanahi tugas tersebut, pergilah saya dan beberapa kawan ke warnet demi misi mencari referensi.
Meskipun ketika itu saya masih berwujud remaja labil, hahhah, tetapi jangan salahh...saya tidak seperti kebanyakan remaja lain yang mengidolakan artis sinetron, penyanyi, bintang K-Pop (pas saya SMA korean wave mulai melanda kawula muda), atau seperti anak gadis yang kesemsem sama pemain bola ganteng. No way, tokoh idola gue gak se-mainstream itu! Idola gue istimewa. Coba tebak siapa?

AA GYM, cuy... hahhahh
Tapi ini serius.…

Anak Laki Main Boneka, Wajar Gak Sih?

Menjalani hidup sebagai jomblo itu kadang terlalu datar dan agak membosankan. Nyaris tidak ada konflik hidup yang layak diceritakan kepada khalayak ramai, misalnya kisah tak santai macam LDR, pacar gue guanteng maksimal, atau apa kek gitu. Life is so flat, you know. Ditambah pula saya adalah pengacara alias pengangguran banyak acara, lengkap sudah! Beban ganda kehidupan yang membosankan. Kalo dalam istilah kasus gizi di Indonesia, ada namanya double burden: orang-orang kelebihan gizi sekaligus kekurangan gizi di waktu yang bersamaan. Yeah, mirip-mirip itulah.
Jadi, karena ga ada yang bisa diceritakan dengan gegap gempita, let me tell you about my past. Semacam pengalaman berharga gitu dah *tsah*. Terutama buat mamah-mamah dan calon mamah, tulisan gue berikut ini mungkin bermanfaat di kemudian hari. 
Dikisahkan, sekitar dua tahun lalu saya mudik. Tinggal di rumah sebagai kembang desa yang doyan dasteran (sampe ditegor karena persis emak-emak pake daster mulu. People may never know, pake …

Mengapa Harus IMD?

Sungguh  mengagumkan bahwa ternyata bayi baru lahir yang ditempatkan pada dada atau perut ibunya akan bisa menemukan sendiri sumber ASI dan langsung menyusu. Nah, proses inilah yang dikenal dengan istilah insiasi menyusui dini (IMD).

Inisiasi menyusui dini (IMD)dilakukan pada 1 jam pertama setelah bayi dilahirkan. Apa pentingnya melakukan IMD?
IMD ialah langkah awal untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif nantinya.  Pemberian ASI eksklusif itu sendiri selain sebagai sumber gizi paling baik bagi bayi, juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga si kecil tidak mudah terserang penyakit infeksi  (infeksi saluran pernapasan dan diare merupakan “major child killer”, penyebab kematian terbesar pada anak). Maka dengan memberikan ASI eksklusif, angka kematian bayi pun bisa berkurang. Cairan ASI berwarna kekuningan yang pertama kali keluar atau dikenal dengan sebutan kolostrum merupakan cairan kaya nutrisi yang baik untuk sistim imunitas bayi. Sayangnya, pada masyarakat tradisional, ko…

Suka Ngemil dan Makan Gorengan? Waspada Kolesterol!

Beberapa dekade silam, sebagian masyarakat mungkin belum familiar dengan penyakit jantung dan stroke. Kesannya, itu penyakit orang kaya... Tetapi hari ini, dua penyakit itu bukan lagi milik orang berduit saja. Pola hidup manusia modern yang cenderung instan dan suka yang “enak-enak”, mau tidak mau membuat kita semakin akrab dengan penyakit tersebut.
Tingginya angka kejadian penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke membuat banyak orang mulai waspada terhadap kolesterol. Betapa tidak, kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya PJK dan stroke.
Nah, ketakutan sebagian orang terhadap kolesterol dilihat oleh sebagian produsen sebagai peluang untuk menciptakan produk-produk non-kolesterol. Namun sayangnya, beberapa iklan mengenai produk non-kolesterol ini terkesan menyesatkan. Misalnya, minyak goreng merek tertentu yang diklaim tanpa kolesterol. Kenyataannya, kolesterol memang hanya ditemukan pada produk hewani (seperti daging, telur) sementara …

MENGOPTIMALKAN LAYANAN KONSELING GIZI POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK

Jika kita bertanya kepada masyarakat awam apa itu posyandu, kebanyakan orang akan menjawab bahwa posyandu adalah tempat untuk menimbang bayi dan balita, atau tempat memperoleh imunisasi. Padahal, fungsi posyandu tidak hanya sebatas timbang-menimbang, tetapi lebih dari itu posyandu merupakan suatu wadah yang memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Menurut Depkes, tujuan utama diadakan posyandu ialah untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Namun bagaimana pun, persepsi masyarakat terhadap posyandu selama ini tidak bisa serta-merta disalahkan karena yang terjadi di lapangan memang demikian adanya, peran posyandu belum optimal.
Selama ini, yang terjadi di sebagian besar posyandu adalah setelah penimbangan bayi dilakukan, kemudian hasilnya dicatat di buku KMS (Kartu Menuju Sehat). Sesudah itu, tidak ada tindakan lebih lanjut kepada para ibu tentang bagaimana mengatasi berat badan anak yan…