Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Meng-Keren-kan Makassar dengan BRT

BRT di depan Mall Panakukkang Bus Rapid Transit (BRT) adalah moda transportasi massal yang tergolong baru di Kota Makassar, dirilis sejak 2014 lalu. Kalo Jakarta sana punya Trans Jakarta, nah di Makassar  ada BRT. Saya sendiri sebagai penduduk kota ini baru sempat mencoba alat transportasi tersebut beberapa waktu lalu. Yaa harus diakui, BRT memang belum populer bagi masyarakat Makassar. Secara umum, warga kota lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan kota (angkot) yang istilah lokalnya “pete-pete”. Pertama kali menjajal BRT, saya mendatangi halte terdekat dari tempat tinggal saya. Halte tersebut tampak sunyi, hanya ada 2 petugas sedang berjaga. Ketika saya datang, saya pikir calon penumpang langsung membeli karcis di loket yang tersedia. Ternyata karcis diberikan setelah penumpang naik di atas bus. Oh, okelah... No problemo . Jadilah saya menunggu BRT sambil mengamati kiri-kanan. Tak lama berselang, muncul seorang ibu dan anaknya, kayaknya ibu itu mau men

THE DAY AFTER TOMORROW, Apakah Esok Masih Ada?

Saya baru saja menonton sebuah film. THE DAY AFTER TOMORROW. Film itu me- recall ingatanku tentang artikel-artikel yang saya baca beberapa hari belakangan. It’s all about global warming . Sebenarnya, semua artikel itu saya baca demi bisa membuat tulisan untuk lomba bertema green living , yah semacam itulah. Tetapi, sial, tulisan yang dibutuhkan temanya tentang sampah. Demi Tuhan, apakah green living hanya menyoal sampah? Tunggu dulu, bukannya saya menyepelekan pengelolaan sampah. Tidak. Tentu saja, itu juga hal yang perlu dipikirkan. Maksudku, kelihatannya kita terlalu mempersempit urusan green living cuma sebatas sampah. photo cr: https://alienationmentale.files.wordpress.com Dulu, waktu SMA yang sempat begitu aware dengan global warming. Dan lagi-lagi, semua itu karena sebuah tulisan: tugas karya ilmiah dari Bu Zarbeti. Dan bagaimana pun, setelah membaca berbagai literatur saat itu saya segera menyadari bahwa bumi yang kita tempati ini memang menuju kehancuran karena ulah

Menghidupkan Inovasi Sejak Usia Dini

Inovasi memang mutlak diperlukan demi tercapainya sebuah kemajuan   Apa sih artinya inovasi? Penemuan baru? Pesawat tempur? Atau apa… Saya pribadi memaknai inovasi sebagai suatu kreativitas dalam memberi nilai lebih terhadap sesuatu. Seperti apa itu? Mari kita simak…   Sepuluh tahun yang lalu, aku masih seorang gadis kecil. Aku duduk di kelas lima SD dan menjadi satu dari beberapa perempuan jangkung di kelas. Aku, sebagaimana anak lainnya, senang bermain sepulang sekolah. Bermain petak umpet, rumah-rumahan, bermain lumpur, dan bersepeda. Tetapi, musim itu anak-anak di lingkungan tempat tinggalku sedang gandrung bermain sepeda.  Setiap hari kami menghabiskan uang untuk menyewa sepeda. Seorang pria paruh baya di dekat rumahku sudah bertahun-tahun menekuni bisnis penyewaan sepeda. Lama-lama kami mulai menyadari, bisa tekor juga kalau menyewa sepeda terus. Bukannya tak punya sepeda, di kolong rumahku selalu terparkir sepeda biru yang gagah. Sepeda kumbang milik ayahku. Dan masalahn

Makanan Berwarna Mencolok, Kenapa Tidak?

Pernahkah Anda mendengar istilah phytochemical atau fitokmia? Ditijau dari segi bahasa, fitokimia terdiri dari dua suku kata yaitu fito dan kimia. Fito ( phyto ) merujuk pada tumbuhan, sedangkan kimia ( chemical ) merujuk pada senyawa kimiawi. Fitokimia merupakan senyawa non-gizi (bukan termasuk golongan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, ataupun mineral) tetapi memilki fungsi yang baik terhadap kesehatan tubuh secara umum. Senyawa ini dapat ditemukan pada tumbuh-tumbuhan seperti buah, sayuran, biji-bijian, umbi, dan obat herbal. photo credit: www.thefashionspot.com Di alam ini terdapat banyak sekali senyawa fitokimia. Mungkin pernah mendengar kata polifenol dari iklan teh di TV ya? Nah, itulah salah satu jenis fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan agen yang dapat menjaga tubuh kita dari kerusakan akibat radikal bebas dan zat-zat karsinogenik (zat penyebab kanker). Golongan Organosulfida, termasuk di dalamnya adalah dialil sulfida, alil metil s

Legenda Sangkuriang (Berkencan Sambil Cari Kutu)

Cerita ini dikisahkan oleh temanku, Mbak Tuts, waktu lagi nongkrong di depan indekos. Mbak Tuts itu ketika masih kecil adalah pecinta dongeng dan ia membagi sedikit “ingatan”nya tentang Legenda Sangkuriang. photo cr: http://legendasangkuriang.blogspot.co.id/ Suatu hari ketika Dayang Sumbi (ibunya Sangkuriang) masih lajang sedang menjahit, tiba-tiba jarumnya jatuh ke kolong rumahnya. Dayang Sumbi pun berjanji jika ada seorang lelaki yang mau mengambilkan jarum itu untuknya, lelaki itu akan dijadikan suami (bdw, menurutku ini ikrar yang aneh. Kenapa dia tidak turun ambil sendiri? Kan jatuhnya cuma di kolong... Haeuh, sedentary banget). Lalu, ternyata yang mengambilkan jarum itu adalah seekor anjing bernama Lumang. Singkat kata singkat cerita, mereka pun menikah. (Huh, ini lebih aneh lagi. Bagaimana caranya anjing ngambil jarum? Terus, dalam perjanjian tadi kan yang akan dijadikan suami adalah lelaki?!) Dari pernikahan Dayang Sumbi dengan Lumang lahirlah Sangkuriang. Suatu h

SUMPAH, DULU SAYA TINGGI!!!

Umurku hampir 21 tahun dan tinggi badanku hanya, 146 koma sekian sekian.  Dulu saya tidak ambil pusing dengan masalah tinggi badan ini. Merasa biasa saja. Belakangan, semakin banyak orang yang mengatakan betapa kecil -nya saya. Dan sekarang, jika berpapasan dengan orang yang seumuran atau yang lebih tua, saya selalu melirik kepala mereka; apakah sejejajar dengan kepalsaya atau tidak. Dan kesimpulannya, sebagian besar tidak sejajar. Itu artinya tinggi badanku memang di bawah rata-rata orang Indonesia. Kenyataan ini terlalu memilukan. Tetapi, yah sudahlah, mungkin memang segini settingan -ku. Jika saat ini saya berkata pada orang-orang bahwa dahulu kala saya pernah tinggi, rasanya tidak akan ada yang percaya. Mereka pasti akan menatapku dengan wajah heran nan berseri, lalu pada akhirnya mereka tertawa terpingkal-pingkal. Atau mereka mungkin berpikir, jiwsaya bisa saja telah berreinkarnasi dari seseorang berbadan tinggi di dunia antah berantah sana menjadi saya yang sekarang. Tet

PROF. FAISAL ATTAMIMI: Berterima Kasih Kepada Mencit

Tulisan pendek ini saya kerjakan tahun 2012 lalu... Sekarang, membacanya kembali mengingatkan kepada salah satu dosen favorit saya: Prof. Faisal Attamimi. Semoga segala ilmu dan senyum ramahnya Beliau bisa menjadi amal yang tidak putus-putus pahalanya... Al Faatihah. *************      Nampa knya dalam banyak kasus, orang-orang tidak menyukai bahkan sampai  phobia  kepada binatang tertentu karena alasan yang tidak bisa diterima akal sehat. Misalnya, Kakak Ece yang phobia sama toke, Ais sama cicak, Uchi sama kucing, Wauti sama ular, ulat, bahkan jentik nyamuk yang dalam persepsinya masih sefamili sama ular.          Saya sendiri sejak kecil sangat tidak suka pada  tikus dan sebangsanya: mencit, hamster, dkk. Kenapa tidak suka? Ya geliiii, apalah lagi sama bulu-bulunya.... Hiiiiyyyy.... Tapi anehnya saya suka boneka dan bentuk animasi dari bintang pengerat satu ini, wkwkwk.        Paradigma saya tentang binatang, terutama tikus, sedikit berubah setelah mengikuti ku

Main 'Batu Lima' dan Rahasia Selamat dari Hantu

Anak-anak jaman sekarang mainnya kalo bukan gadget yaa ke mall. Begitu-begitu saja. Padahal kami dulu punya banyak permainan seru yang biasa dimainkan pas istirahat kelas dan sepulang sekolah. Kadang, jika kami agak bandel, hahah, permainan itu dimainkan ketika jam belajar, ketika Bapak dan Ibu Guru yang terhormat sedang keluar sebentar.  Kalau diingat-ingat, betapa menyenangkannya masa kecil itu...  Di kampungku, ada permainan yang namanya: kabula (mirip engklek yang di daerah Jawa), hendip, boi 100, kai, batu lima, kelereng, wayang, monopoli, dan banyak lagi.  ilustrasi permainan kabula. Photo credit: http://yogyakarta.panduanwisata.id/ ***** Nah, kali ini saya mau cerita sedikit tentang batu lima, salah satu permainan yang agak jarang saya melibatkan diri. Why ? Sederhana saja, karena bisa dipastikan, saya akan selalu kalah, sementara hukumannya bagiku agak mengerikan . ilustrasi permainan batu lima. photo credit: http://www.navalbasepri.moe.edu.sg/ Batu

ADA PAGERE-GERE!

Mungkin Anda sudah bosan mendengar ocehan para peneliti tentang pengaruh tayangan TV terhadap kondisi psikis pemirsanya. Hmm, tidak ada yang salah dengan hasil penelitian itu, dan kita juga tidak hendak meributkan perkara ini. Saya hanya menyajikan tulisan berikut sebagai selingan dalam rutinitas Anda. Ini, based on true story, hehhe... ----------------------------------------------------------- Aku punya adik sepupu, namanya Athe. Dia cewek, atau tepatnya anak SMP kelas 1. Tadi malam waktu semua sudah tidur, kecuali aku, dia pulang dari kunjungan rutinnya di rumah sebelah dengan seringai ketakutan. Dia berjalan berjinjit-jinjit sambil membekap sarungnya. Lalu dengan suara pelan setengah membisik, anak itu mulai berkisah tentang rumor yang santer akhir-akhir ini: komplotan 'pagere-gere' yang menyerang negara kami, Lakudo. FYI, pagere-gere itu sebutan untuk komplotan penjahat yang konon dalam aksinya tidak segan membantai korban dengan cara memenggal kepala, hiiiiyyy...