Langsung ke konten utama

Main 'Batu Lima' dan Rahasia Selamat dari Hantu

Anak-anak jaman sekarang mainnya kalo bukan gadget yaa ke mall. Begitu-begitu saja. Padahal kami dulu punya banyak permainan seru yang biasa dimainkan pas istirahat kelas dan sepulang sekolah. Kadang, jika kami agak bandel, hahah, permainan itu dimainkan ketika jam belajar, ketika Bapak dan Ibu Guru yang terhormat sedang keluar sebentar. 

Kalau diingat-ingat, betapa menyenangkannya masa kecil itu... Di kampungku, ada permainan yang namanya: kabula (mirip engklek yang di daerah Jawa), hendip, boi 100, kai, batu lima, kelereng, wayang, monopoli, dan banyak lagi. 




ilustrasi permainan kabula. Photo credit: http://yogyakarta.panduanwisata.id/
*****

Nah, kali ini saya mau cerita sedikit tentang batu lima, salah satu permainan yang agak jarang saya melibatkan diri. Why? Sederhana saja, karena bisa dipastikan, saya akan selalu kalah, sementara hukumannya bagiku agak mengerikan.

ilustrasi permainan batu lima. photo credit: http://www.navalbasepri.moe.edu.sg/
Batu lima adalah salah satu permainan tradisional yang populer di kampung saya (bdw, kampung saya namanya Lakudo, ada di bagian tenggara Sulawesi sana). Sejauh yang saya ingat, pemain batu lima terdiri dari dua orang, mereka beradu memainkan lima butir batu kerikil. Cara mainnya? Agak sulit saya deskripsikan sih. Intinya, ketangkasan tangan dalam memainkan lima butir batu tadi. 

Permainan ini sendiri terdiri dari lima session, tahap terakhir adalah salah satu pemain dengan gerakan cepat akan menyembunyikan batu-batu tadi ke dalam telapak tangannya yang tertelungkup di lantai. Nah, tugas pemain yang satunya adalah menebak ada berapa butir kerikil yang tersembunyi di masing-masing tangan lawannya. Pemain yang menjawab salah akan dianggap 'berutang'. Semakin banyak 'berutang' maka semakin sulit kamu tidur malamnya, Kok bisa? Oh jelaaaass... Sebab, hukuman yang lazim diberikan bagi pemain yang kalah alias banyak utang ialah dia akan diikuti setan atau ular. Sekarang bisa dibayangkan bagaimana horornya permainan ini jika kita menjadi pihak yang kalah? wkwkwk... Namun demikian, sebenarnya ada satu rahasia supaya kamu tetap aman dan nyaman setelah kalah bermain. 

Hal yang perlu dilakukan untuk selamat dari ancaman hantu adalah duduk seharian di atas sabut kelapa, sofa, atau benda apa pun yang terbuat dari sabut kelapa. Konon, kekuatan hantu tidak bisa menembusnya. Menurut senior saya di bidang batu lima, sabut kelapa itu memiliki energi magis yang sangat ampuh dalam menangkal serangan hantu. Dan perlu diingat, saat duduk seluruh badan dari kepala sampai kaki harus di sofa sabut kelapa tsb, jangan sampai duduk dengan kaki menjuntai karena hantu bisa meraih kakimu yang malang... dan, riwayatmu bisa tamat.

Gila yaa, waktu kecil kenapa kita geblekk banget percaya beginian... wkwkwkwk




***tulisan ini pernah saya poskan 11 Oktober 2012


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mah, Apa Hukumnya Minum Air Rebusan Telur?

Edisi #mamahdedeh, gaisss... Tagline kita adalah apa pun masalahnya langsung beres! Mari bayangkan skenario seperti ini... Di sebuah acara pengajian, puluhan wanita mengenakan gamis dan kerudung duduk melingkar merubungi seorang perempuan lebih separuh baya yang biasa disapa MAMAH. Lalu salah satu hadirin berdiri sembari memegang mic , hendak mengajukan sebuah pertanyaan mahapenting kepada Mamah. "Mah, curhat dooong!" "Iya dooong!" "Nama saya Haji Sul..." Belum selesai Haji Sul titik titik menyebutkan namanya secara paripurna, Mamah langsung menyemprot garang, "Hei heii, jangan sombong udah haji! Emang kalo abis solat kita dipanggil solat ape gitu?! Lanjut, nyebut nama aja biar sederhana!” Sehabis diomelin begitu, dengan wajah tersipu malu HAJI SUL titik titik kembali memperkenalkan jati dirinya. "Nama saya Sulastri Ayu, Mah." Ouu, ternyata Sulastri gaiiss... Alhamdulillah, namanya bukan Sulaiman. *pan ceweek dia* #krikrik #

Legenda Sangkuriang (Berkencan Sambil Cari Kutu)

Cerita ini dikisahkan oleh temanku, Mbak Tuts, waktu lagi nongkrong di depan indekos. Mbak Tuts itu ketika masih kecil adalah pecinta dongeng dan ia membagi sedikit “ingatan”nya tentang Legenda Sangkuriang. photo cr: http://legendasangkuriang.blogspot.co.id/ Suatu hari ketika Dayang Sumbi (ibunya Sangkuriang) masih lajang sedang menjahit, tiba-tiba jarumnya jatuh ke kolong rumahnya. Dayang Sumbi pun berjanji jika ada seorang lelaki yang mau mengambilkan jarum itu untuknya, lelaki itu akan dijadikan suami (bdw, menurutku ini ikrar yang aneh. Kenapa dia tidak turun ambil sendiri? Kan jatuhnya cuma di kolong... Haeuh, sedentary banget). Lalu, ternyata yang mengambilkan jarum itu adalah seekor anjing bernama Lumang. Singkat kata singkat cerita, mereka pun menikah. (Huh, ini lebih aneh lagi. Bagaimana caranya anjing ngambil jarum? Terus, dalam perjanjian tadi kan yang akan dijadikan suami adalah lelaki?!) Dari pernikahan Dayang Sumbi dengan Lumang lahirlah Sangkuriang. Suatu h